|
Boleh dikatakan bahwa sebagian besar menu kita terdiri atas
makanan olahan. Seberapa jauh Anda tahu tentang keamanan makanan olahan dan
bahan makanan tambahan yang terkandung di dalamnya?
Makanan olahan memang merupakan hal yang tak terhindarkan lagi
dalam diet kita. Karena itu penting sekali kita memastikan bahwa makanan yang
masuk ke perut kita adalah yang terbaik. Antara lain dengan memilih produk yang
tidak terlalu tinggi kandungan lemak jenuh atau lemak trans (lemak yang dipadatkan
atau lemak hidrogenasi seperti margarin), garam, gula, dsb. Namun, yang utama
adalah dengan bersikap teliti serta jeli memilih makanan yang berkualitas dan
menjauhi makanan yang menjadi kurang berguna.
Nama dan Deskripsi
Gambar dan nama yang dicantumkan pada kemasan bisa mengecoh.
Janganlah cepat terpukau melihat gambar buah orange pada karton jus
yang diberi nama "Orange Juice Drink". Karena mungkin saja
minuman tersebut hanya mengandung 10% jus asli. Sisanya 90% terdiri atas air,
gula, pewarna dan esens. Yoghurt rasa strawberry besar kemungkinan tidak mengandung
buah strawberry sama sekali, baik dalam bentuk jus atau ekstrak. Rasa strawberry
ini semata-mata diperoleh dari esens.
Kita juga sering terkecoh karena persentase bahan yang dianggap
bahan utamanya ternyata tidak sebesar perkiraan kita. Ini banyak yang terjadi
pada produk daging olahan jenis sosis, burger, kornet atau baso. Lagipula tidak
selalu produk-produk ini memakai daging yang bagus. Di luar dugaan, daging yang
dipakai bisa bercampur dengan sisa-sisa daging yang tidak terpakai termasuk
otot dan kulit. Masalah lain yang dihadapi adalah apabila Anda menghindari bahan
tertentu untuk alasan kesehatan atau lainnya. Kewaspadaan makin diperlukan karena
dalam daftar bahan kaldu blok ayam kadang-kadang ada ekstrak sapi yang Anda
hindari. Atau sebagai seorang vegetarian, Anda menemukan bahwa yoghurt yang
ingin dibeli mengandung gelatin, yang dibuat dari tulang sapi.
Jangan terlalu naif dalam menilai produk. Rasa buah-buahan
yang terdapat di dalam produk tidak selalu berasal dari buah aslinya, melainkan
hanya rasa dan aroma yang ditimbulkan oleh esens. Yang perlu diwaspadai juga
adalah apakah rasa esens tersebut aman bagi kesehatan atau tidak.
Pengaturan Label Makanan
Sebetulnya, semua produk makanan dan minuman yang beredar di
Indonesia sudah diatur oleh Departemen Kesehatan. Sementara pengawasan mutu
produk maupun peredarannya ditangani oleh Badan Pengawasan Obat dan Makanan
(BPOM, dahulu Dirjen POM). Selain itu, UU No. 7 tahun 1966 menetapkan bahwa
setiap orang yang memproduksi dan memasukkan pangan yang dikemas ke Indonesia
untuk diperdagangkan wajib mencantumkan label.
Khusus untuk masalah pelabelan ini dikeluarkan peraturan oleh
Menteri Kesehatan. Menurut ketentuan tersebut, pada label ini wajib dicantumkan
bukan saja merek dagang/nama makanan, tapi juga alamat perusahaan dan nomor
telepon perusahaan. Maksudnya untuk memudahkan konsumen menyampaikan complaint
atau tuntutan. Juga kode produksi harus tercantum agar mudah dilacak jika ada
produk yang menimbulkan masalah.
Tanggal Kadaluarsa/Expired By
Wajib dicantumkan pada makanan olahan yang cepat rusak seperti
roti, susu, sari buah, telur, kelapa dan hasil olahannya, serta produk kacang,
tapi juga pada makanan yang terkenal awet seperti kecap, minyak goreng, margarin,
minuman ringan tak berkarbon (misalnya sirop) dan makanan khusus seperti makanan
rendah kalori dan nutrisi suplemen. Tanggal kadaluarsa adalah informasi pertama
yang harus diperiksa bila membeli produk makanan.
Pakai Sebelum/Best Before
Atau juga Use-by dipakai untuk makanan yang lebih
tahan lama. Tanggal ini dicantumkan sebagai pegangan, karena sebetulnya makanan
masih bisa dimanfaatkan setelah tanggal tersebut, meskipun kualitasnya telah
berkurang.
Kode Baris/Bar Code
Memungkinkan mesin scan di supermarket untuk segera mengenali
produk dan harganya. Dua angka pertama menunjukkan negara produsen, kelompok
angka berikutnya adalah identifikasi produsen dan kelompok angka terakhir merujuk
produknya.
Berat/Isi Netto/Net Weight
Menyatakan berat makanan tanpa kemasan.
Info Nutrisi/Nutrition Information
Biasanya disampaikan dalam bentuk panel/tabel. Memberi informasi
tentang kandungan energi (dalam kalori), protein, lemak, karbohidrat (jumlah
total dan gula), serat, sodium dan potassium. Dinyatakan dalam g atau mg setiap
100g atau setiap porsi.
MI dan ML
Kode ini ditunjukkan untuk makanan dan minuman import. MI diikuti
angka/nomor, untuk produk makanan yang tidak memiliki registrasi Depkes. ML
diikuti angka/nomor, dilengkapi dengan nama dan alamat distributor, untuk makanan
import yang legal dan terdaftar di Depkes.
Daftar Bahan/Ingredients
Berisi semua bahan makanan yang dipakai termasuk bahan tambahan
makanan dan bahan penolong. Biasanya disusun dalam urutan sesuai jumlah terbanyak
dalam gram.
Nama dan Alamat
Nama dan alamat produsen, perusahaan pengemasan, distributor
atau importer.
Produksi/Made In
Klaim ini bisa dicantumkan oleh suatu negara bila lebih dari
50% bahan dan seluruh proses dilaksanakan di negara tersebut.
Petunjuk Penyimpanan/Storage Instructions
Informasi cara penyimpanan agar kualitas makanan lebih terjamin.
Halal
Ketentuan pencantuman tulisan "Halal" pada semua
makanan dan minuman yang beredar atau dijual ini termasuk bahan tambahan makanan
dan bahan penolong. Ini berarti produsen menjamin bahwa makanan yang diproduksi
adalah halal bagi pemeluk agama Islam. |